Pak Udin menyingkirkan barang-barang diatasnya, Jabir melucuti branya sehingga kini tubuh Sherin yang sudah telanjang bulat itu ditelentangkan di atas meja dengan kedua kaki menjuntai ke bawah. Bokep korea Kamar itu hening selama beberapa menit, yang terdengar hanya dengusan nafas kelelahan. Kedua pria itu terdiam sejenak saling pandang satu sama lain, lalu Pak Irfan berkata,
“Mmm…anu Non sekalian itu…THR nya ?”
“THR ? Pak Udin menarik wajah gadis itu mendekati wajahnya untuk berciuman. Pak Udin tentu saja kaget karena umpatannya terdengar sehingga memancing kemarahan nona majikannya itu, tapi sebentar saja senyumnya mengembang kembali. Sedikit demi sedikit akhirnya penis hitam besar itu masuk juga seluruhnya ke dalam liang vagina Sherin.“Wuih, sempit banget nih mem*k Non, baru pernah loh saya ngerasain yang gini !” komentar si kumis itu setelah berhasil menancapkan penisnya. Sherin kini berpijak dengan kedua lututnya dan tangannya bertumpu pada alat sit-up itu. Maka dia pun merespon dengan menggoyangkan pinggulnya lebih cepat. Maka Sherin pun menyerahkan kedua amplop berisi uang itu kepada mereka sebelum mereka meninggalkannya.“Cepetan balik yah Mbak, saya sendirian nih jadinya !” pesan Sherin. Ingin rasanya menghantamkan piring di belakangnya ke kepala tua bangka ini hingga bocor, tapi nyalinya tidak sebesar itu.




















