Aku tidak mengerti maksudnya. Bokep barat khayalanku semakin jauh. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. Tapi kemaluanku tidak bisa masuk. “Mas sedang ngerjakan apaan?” Aku kaget tidak menyangka kalau dia mengikuti aku. Aku melanjutkan buka-buka situs tadi, anganku semakin menerawang, kemaluanku agak menegang. Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal. Kutempelkan kemaluanku pada lubang pantatnya. Mas.. “Tapi.. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandang iba pada Rani. Aoohh..” aku semakin menggila mendengar desahnya. “Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Sambil melepas lelah iseng-iseng aku buka internet dan masuk ke situs-situs porno. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.” “Rumahnya deket sini?” “Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya. Dia tidak menjawab. Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandang kepadaku. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Dia terkejut. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. “Ma’afkan aku.. Percaya bahwa hari telah larut malam, Aku masih berada di ruang komputer kampus sendirian, Pegal rasanya seharian menulis tugas yang harus diserahkan besok pagi.




















