Tanpa dia sadari, dia semakin bergeser ke arah bawah dari tubuhku. Malam semakin gelap saat aku menempuh perjalanan pulang dari Pekalongan dengan mengendarai mobil kantor. Pinayflix Kalo pegel-pegel, kita juga bisa mijitin kok.” tangannya langsung menggandengku dan menempelkan payudaranya ke lenganku sembari tersenyum nakal.Ah, kurasakan sesuatu yang kenyal menjepit lenganku. Hmm, ada aroma khas yang belum pernah kucium selama ini. Tadinya tugasku adalah mengawal kemanapun ia pergi. Kaya swalayan aja, pake promo segala. Tubuh Santi mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah. Hufffhh… Aa’nakal……”Kurasakan semacam cairan bening dan hangat mengalir ditanganku yang berasal dari jariku yang ada di dalam sana. Bibirnya yang tipis pun mengumbar senyuman kepadaku.Sampai di dalam aku pun memilih menu ayam goreng dengan sambal dan lalapan. Santai dulu aja A’. Seumur-umur aku belum pernah dipijit terutama oleh wanita yang belum aku kenal. Tanganku pun tak lupa ia relaksasi.“Wah, si Aa’ ototnya pada kaku semua ya? Wah, sampai Jakarta jam berapa nih, pikirku. Sampai akhirnya dia menjerit dengan sedikit tertahan,“Akhhhhhh… A’… Ayuk terus… Santi sebentar lagi sampai… Ahhhh…”Mendengar permintaannya, aku pun semakin menggila, dan kemudian dia menggelinjang.




















