Tapi aku engga mau menculik Evi terrlalu lama..dasar pengecut !!. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Bokep Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Kali ini beda dengan kebiasaan Evi sebelumnya.kalau biasanya dia selalu memilih duduk didepanku sambil memintaku mendekap erat tubuhnya, tp malam itu Evi yang duduk dibelakuangku dan mendekap erat tubuhku, menempelkan kedua payudaranya dipunggungku, sambil bibir nakalnya menciumi tengkuk dan telingaku. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai.




















