Aku kembali masuk ke bak mandi yang di situ masih ada Ninik. Ninik kembali jongkok dan kembali menggenjot. Pinay porn Bagitu penisku ambles, dia langsung mengerang.Kugenjot dengan gerakan kasar, Rianti merintih-rintih. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan susunya. Sambil memelukku dia terus mengggerakkan-gerakan pinggulnya. Aku terus memainkan clitorisnya sampai akhirnya Ninik kelojotan mencapai orgasme. Sementara rangsangan makin tinggi, aku belum menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Rianti, kalau ada keponakannya. Rianti seperti tidak peduli dengan kehadiran Ninik.Dia mendesah-desah dan merintih sampai akhirnya menjerit dan kakinya dirapatkan. Agak sempit rasanya, tetapi penisku bisa terus menerobos kedalam. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua diantaranya sedang beraktifitas. Desiran air kencingnya terdengar nyaring.Sementara dia duduk di closet, Rianti seperti tidak perduli dia terus menggenjotku sampai aitnya tertumpah dari bak. Kami bertiga tidur bugil di bawah selimut.Rasa lelah dan kecapaian ngentot membuat aku cepat tertidur. Yang luar biasa bulu di bawah sana hitam lebat. Ninik mencoba tempat tidur yang memang empuk dia duduk sambil menggenjot-genjot kasur.Setelah mengemas barang, yang hanya sebuah ransel, aku pamit mau menyegarkan badan. Pagi itu badanku terasa ringan sekali.Kami bertiga turun ke coffee Shop untuk sarapan pagi.




















