13 maret aku jemput niar sendiri, karena anak bungsuku sakit, dan kami duga demam berdarah. Bokep Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai tanggung jawab seorang kakak terhadap adik, sebelum terjadi ‘sesuatu’ yang tidak semestinya kami lakukan.Niar telepon memintaku untuk menjemputnya di stasiun Gambir, Yuke sangat gembira dengan berita itu dan segera mempersiapkan kamar untuknya. Tapi gak ada sahutan, aku berasa gak enak dan telepon istriku
‘Kalo gak dikunci masuk aja deh paa, soalnya semua tas ada disana’
‘Tungguin si Bengal itu bangun, biarin dulu dia istirahat ntar kalo bangunin sekitar jam 12-an.Aku manusia biasa, seorang lelaki mana yang tidak tergoda dengan keadaan ini ; gadis cantik tertidur pulas, tanpa selimut. Sesampainya di rumah, aku siapkan beberapa pakaian yang pantas, termasuk pakaian dalemYuke. pintanya. pinta anakku lirih.. Kakk.. ‘Yah..gimana nih, ntar kamu ditemenin Niar ya, papa mo pulang urusin si rio ama intan’. ‘Apa yaa, paling putus atau mo lari dari cowokmu, hahahaha’ aku tertawa geli karena pinggangku digelitiknya. ‘Halo’, kataku menyambut telepon. di perjalanan Niar bilang ingin memberiku sesuatu untuk melampiaskan apa yang terpendam di sanubarinya dan membohongi kakaknya sendiri. disaat usia bertambah tua, anak sedang sakit.. Aku periksa tas mereka nge-cek PR.




















