Aku mulai mengejang bagai tersambar petir dari jilatan lidah Fendi.Tanganku mulai menjabak rambut Fendi, tapi Fendi tidak marah dan sebaliknya ia malah mempercepat jilatan lidahnya.Sebelum sempat Fendi melakukan aksi berikutnya, aku segera bangkit dari kasur dan mengambil tas kecilnya yang berisi Kondom dalam keemasan.“Kalau mau yang kayak gini, yang mesra baik-baik dong. oke…! Bokep jepang Lepasin! Di tempat kosan, ada seorang laki-laki muda yang masih single. masuk Fen!” ucapku mengajaknyaOke.. Dia mengendap-ngendap mendekatiku.Setelah jarak kami terlalu dekat, dipeluknya tubuhku yang baru mau berdiri dan langsung mencoba menciumi bibirku.“Eh…Eeh. Walaupun sudah menikah, tubuhku masih tetap OKE, body seksi dan kulitnya putih jernih.Saat itu hari kamis Fendi pulang kerja lebih awal, tetapi dia sampai di kosannya baru sore hari, karena dia bersama temannya nongkrong dulu.Setelah sampai di kosan, yang kebetulan aku sedang main HP di depan kamar. kalau di bicarakan tubuhnya sih OKE. Mungkin otak Fendy cepat berpikir kotor, apalagi aku hanya mengenakan baju santai yaitu memakai kaos dan hotpans.Kamar kami pun terbilang diujung lorong dan kosan memang sedang sepi sehingga Fendi lebih berani menggodaku. Fendi pun mulai memompa secara teratur dan stabil, diselinginya juga dengan hentakan-hentakan yang tiba-tiba,Hentakan itu cukup membuat aku kaget serta membuat aku tambah terangsang.Aahhhh… Ahhhhh… Aaaahhhh…” ucapku mendesah




















