Apalagi rasa hormat. Dari dalam aku teriak kasar, mau apa kamu, yg dia sahuti dengan halus.“Sebentar saja Ana, aku mau bicara. Pinayflix Aku harus bisa mengatasi ketdk nyamanan ini.Ternyata hingga jam 6 sore Alan tdk balik. Sayang..”, aku melihati matanya dan mengangguk kecil.Sesungguhnyalah aku tak begitu kecewa. Kalau toh ada poles di sana, itu adalah ‘touch’ yg lahir dari sikap budaya sebagaimana manusia yg memang memiliki rasa dan pikir.Demikian pula yg berkaitan dengan kecantikan. Aku bukakan pintu utk Alan.Rasa harga diriku yg masih tersisa mendramatisir keadaanku. Aku sebenar-benarnya berharap karena sudah tdk tahan merasakan badai birahiku yg demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku.Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yg sama sekali diluar dugaanku. Kok, bisa-bisanya, hanya dalam waktu satu hari aku melakukan hubungan mesum perkosaan atau penyelewengan, entahlah, dengan lelaki yg tak kukenal ini.Dan yg terjadi kemudian adalah genjotan naik turunku semakin cepat saja. Kami makan malam bersama dalam penerangan lilin. Tetapi kembali dia lebih sigap dari aku.“Tenang, Ana, jangan takut. Dan bukankah dia selalu menyempatkan utk menjemput Ana utk makan bersama?!”.Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir.




















