“Seberapa banyak kepolosanmu yang masih tertinggal.”Sesaat kemudian aku sudah merasakan bibirnya pada bibirku. Bokep jepang “Ngapain nyium aku seperti itu?”Dia mendekatkan wajahnya..“Bukankah kamu juga mau?” katanya berbisik. “Itu mah udah ML lagi!”
Aku juga tertawa, “Maklumlah. Begitu membingungkan. Bibir kami saling menjepit dan mengulum. Selian itu juga, aku ada mengikuti les bahasa Mandarin untuk persiapanku entah untuk keperluan apa saja di masa depan. “A-aku..” aku tidak bisa memberikan alasan. Entah itu sekadar jalan-jalan, window shopping, internet surfing, makan bareng, atau bahkan berolahraga berdua diakhir minggu. “Ngapain nyium aku seperti itu?”Dia mendekatkan wajahnya..“Bukankah kamu juga mau?” katanya berbisik. Well, namun semua hal tidak sesederhana itu saja, kan?Dia membawaku dan mengenalkanku kepada beberapa teman-temannya. Sementara Fung mungkin menyesali apa yang dilakukannya, aku lebih memikirkan mengapa aku sebegitu lemahnya jika berhadapan dengannya. “Kita dimana nih?”Fung beringsut mendekat. Aku memintanya untuk tidak terlalu menampilkan aku kedepan. “A-aku..” aku tidak bisa memberikan alasan.




















