Tiba-tiba aku berada di dalam sebuah kamar dimana banyak foto-fotoku tertempel di dinding baik yang sedang foto dengan teman-temanku baik yang sedang sendirian. Bokep korea “…”, aku hanya diam. Scene III : Piaraan Mbah Centeng
Aku membuka mataku dan melihat Mbah Centeng yang masih dalam posisi tadi pagi yaitu sedang mengenyot puting kananku. “bentar ya, gue scan dulu pake hp gue”. Lalu mulutnya komat-kamit sperti sedang membaca mantra, dan tak lama kemudian Mbahpun selesai. “tapi bo’ong,,”. Dia tersenyum melihatku yang sudah berhasil ia kuasai. “nah, tuh ada cara lain”. “oh ya, gue lupa, nama gue, Charles Ganteng, biasa dipanggil Centeng”. “gue bakal terus ngikutin Vina”. “apaan lo bilang Wi, dukun? Aku sudah tidak bisa membedakan lagi ini mimpi atau bukan karena rasa nikmat yang kurasakan begitu nyata. “nama gue Cuprit”. “yah biasanya kan, dukun itu serem, catnya gelap, dekorasinya tengkorak, pokoknya yang kayak gitu deh”. Karena itu aku membatalkan rencanaku untuk pergi ke salon dan jadi pergi ke dokter. “maksud lo?”. “yee, si Mbah ngelawak mulu”. “yee si mbah, saya kan pengen pulang, lagian dari kemarin malam kan mbah udah ngentotin saya terus, pasti mbah udah puas kan?”.




















