Namun tetap saja aku tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Bokep jepang Lidya hanya diam saja. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Dan aku selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda. Lidya memang pantas kecewa, karena alat kejantananku mendadak saja layu. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Namun nggak mau dirayakan. sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Namun aku yang polos tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Namun nggak mau dirayakan. Karena apapun yg aku ingin minta, selalu saja diberikan.




















