“Lis…. Pinayflix Itu gerakan refleks yg biasa. Hanya kain daster saja yg ada dipunggungnya. Lilis memang bukan pembantu. Aku keluar di dalam ….”
“Engga apa-apa Kang …. Karena kedua kaki Lilis keburu menjepit erat pinggulku, dan lalu tubuhnya berguncang teratur seperti tadi. Hingga suatu saat …. Memang Lilis banyak kemiripan dgn isteriku. Malang baginya, ketika usia pernikahan menjelang setahun suaminya tertangkap basah berselingkuh. Kang…”erangnya. Kedua tangannya mengunci amat erat di tubuhku dan tubuhnya kurasakan berguncang-guncang teratur beberapa kali. Aku mulai menikmati. Masa sih ? Tubuhku ini udah lama membara …. Lilis melepas ciuman lalu mengerang sambil kepalanya mendongak menikmati remasanku. Dia adalah sepupu isteriku, sama-sama dari Kuningan, asal isteriku. dari ‘tampak luar’ saja sdh terlihat, tak harus ‘memeriksa’ ke dalam. Makin cepat. Dia minta cerai dan ingin ikut isteriku ke Jakarta sambil siapa tahu bisa meneruskan sekolahnya dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana pertanian. Isteriku sdh berangkat, anakku semata wayg sdh berangkat sekolah. Lalu kepalanya yg tersembunyi di dadaku terlihat sedikit berguncang. Malang baginya, ketika usia pernikahan menjelang setahun suaminya tertangkap basah berselingkuh.




















