Chie memiliki seorang anak dan anak itu bernama depan Ray. Pinay porn Chie juga bercerita padanya (aku tak tahu bagaimana perasaan Jay saat itu) bahwa ia ingin menyerahkan keperawanannya padaku, sebelum menjadi milik orang yang sama sekali asing baginya. Tanpa mereka sadari. Jangan katakan lagi. Sempit, hangat. Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. Jay, kembarannya, dan sahabat terbaiknya. Waktu itu Jay juga sedang mengejar Chie. “Entahlah..” sahutku lirih.Jay bangkit berdiri, menuju ke sudut ruangan dan mengangkat gagang telepon. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. Ini pancaran yang jauh lebih dewasa, yang membuatku merasa demikian kecil di hadapannya. Merasakan kehangatan air matanya yang membasahi dadaku. “Maaf, Ray.”
“Hanya maaf?” Gertakku sambil mengguncang kerah bajunya. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. “Ah.. Aduh. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Chie lalu bercerita pada Jay mengenai




















