ntar nyesel nunda-nunda kawin…” kata Tante Hana menggodaku.“nyesel kenapa, Tante?” tanyaku.“Dasar anak muda! tak seberapa lama, masuk lagi balasan dari tante Hana.“iya, tnte jg nch” begitu jawab tante Hana singkat.Dengan gesit ku mainkan jariku merangkai SMS balasan, dengan maksud menyusun strategi untuk bisa memadu hasrat tanpa diketahui Mirna, anak perempuannya.“Mirna dah bobo ya tante?” bgitu isi SMSku.“Iya!” jawab tante Hana dengan singkat.“Tnte, kontolku dah bngun nch, tnte! Bokep indo Kaka nggak ada maksud begitu…”“Udah deh! Ajakan itu tak ingin ku sia-siakan dan hilang begitu saja. Hal ini terjadi ketika suatu malam, setelah aku memberikan private di rumah Mirna, hujan turun dengan lebatnya.Tante Hana menyarankan, agar aku tidak usah pulang dulu sebelum hujan reda. gimana nih? Aku terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tante Hana, tetapi tiba-tiba ia berbisik di telingaku…“kalau kamu mau, kamu nggak perlu mikir masalah tanggung jawab, nak Rey!” begitu bisik Tante Hana di telingaku.Seketika




















