Memang, terkadang kita atau pengunjung THM menganggap mereka yang bekerja di klub-klub malam tak ubahnya robot yang dapat dikendalikan sesuka hati.Seakan kita lupa, Hera dan teman-temannya adalah manusia biasa yang punya hati dan isi pikiran sendiri-sendiri. Bokep korea Dan biasanya adegan ‘hot’ seperti itu berakhir di tangan sekuriti,” cerita pengagum Andi Alfian Mallarangeng ini.Sudah pasti, kejadian-kejadian yang lebih ekstrim dan cenderung anarkis tentu sulit terhindarkan di tempat semacam itu. Ia mengisahkan, pernah suatu kali ia pulang tanpa mobil antar-jemput milik perusahaan yang biasa di pakai mengantar para karyawan pulang ke tempat tinggal masing-masing.“Kebetulan malam itu mobil perusahaan lagi masuk bengkel. Langsung aja gue omelin: Mas, liat-liat dulu dong kalo mau memberi sama orang. “Apalagi yang membuat mereka ribut kalau bukan masalah perselingkuhan. Biarin deh, asal mereka enggak nyenggol gue aja,” katanya dengan nada cuek.Bagimanapun pahitnya profesi yang ia jalani saat ini, Hera tetap bergeming.




















