Makin liar mereka memainkan dildo di tangan mereka yang tersembunyi di dalam rok kerja mereka. Bokep Aku terduduk lemas di atas tutup closet. Kakiku mulai terasa letih disaat Diana dan Nina mulai melenguh panjang dengan nafas yang menderu saling bersahutan. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu. Aku terus diam sampai mereka berdua meninggalkan ruangan dengan hanya memperdengarkan suara pintu yang ditutup perlahan. Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. Perasaan yang mengatakan kalau aku tidak sendiri di ruangan ini. will u..” kataku sambil bercanda dan mengibaskan tanganku seakan aku tidak begitu tertarik dengan gosip itu. Sebenarnya suasana temaram dan sepi ini agak menyeramkan tapi karena sudah empat tahun bekerja di sini aku sudah familiar dengan suasana gedung ini. Ada empat bilik toilet di dalamnya. Lampunya masih menyala dan tanpa ragu aku melangkah masuk ke dalamnya. Diana dan Nina si resepsionis sedang bergelut penuh nafsu birahi. Umur kami berdua hampir sama. “Ok deh Mam, eh kamu mau lunch bareng nggak nanti?” Hendra bertanya sambil melangkah menuju pintu.




















