Ya.. Bokep HD Aku langsung lemas dan pasrah, kubiarkan guru bejat ini menikmati diriku.Tak lama kemudian baju seragam sekolahku sudah tergeletak di lantai, demikian juga bra dan ikat rambutku. Aku mulai menderita dalam kenikmatan yang amat sangat ini, keringatku makin bercucuran membasahi sekujur tubuhku. Tapi aku cukup menderita juga atas apa yang dilakukannya, karena sesekali kurasakan dinding rahimku seperti tersodok kepala penis Pandu. Juga aku mengenakan bra, baju dan rok seragam sekolahku. Aku langsung ambruk ke depan dan tertahan oleh Jenny.“Eliza…”, Jenny mendesah, dan ia membelai rambutku dengan mesra.Nafasku masih tersengal sengal dengan kepalaku yang kurebahkan di pundak Jenny.“Kamu gila Jen…”, gerutuku ketika aku sudah mulai bisa mengatur nafasku. “Ya sudah, sana duduk”, kata pak Gatot.Kami segera duduk, dan diam diam aku tersenyum geli. Aku benar benar merasa seperti pelacur di dalam ruangan ini.“Ngghhh…”, aku melenguh perlahan ketika liang vaginaku yang sempat merasa sedikit lega setelah Pandu menarik lepas penisnya tadi, kini kembali terisi penis Dedi yang sempat kuperhatikan tadi, kira kira berukuran 16 cm, dengan diameter sekitar 4 cm.Dan selagi Dedi mulai memompa liang vaginaku, Pandu berjalan ke arah kepalaku, dan kuperhatikan penisnya yang masih belum begitu layu.




















