Aku tak berani membawa dia ke dokter pengguguran kandungan. Bibirnya yang merekah indah seakan mengundang aku untuk mencicipinya. Bokep rusia Dia cium kamu seperti ini?” Kukecup lagi bibirnya.“Hmmh.”“Dia ciumi dan jilat lehermu seperti ini?”“Hmmh”“Dia remas juga dadamu?” Dan aku meremas lagi dadanya, sekarang yang sebelah kiri.“Hmmh”, matanya terpejam kenikmatan.“Dia masukkan tangannya kedalam blusmu dan dia pijit pentilmu di sini?” Mengatakan itu kumasukkan tanganku ke balik blus dan branya lalu kuremas tempurung dadanya, kupijit pentilnya mula-mula yang kanan kemudian yang kiri.“Hmmh”. Apakah Andi curiga dan menduga-duga? Aku juga. Om menilainya lebih tinggi kan? Sanggupi untuk mengganti rugi semua biaya pengobatan. Kurasakan dia mengangkat-angkat panggulnya dan tangannya menjambak rambutku. Dan aku menyerahkannya pada Om.”“Menyerahkan demi uang.”“Menyerahkan karena Mita sayang Om.”Gombal, teriakku dalam hati.Kami telah sampai. Atau pakai saja kamar mandi di kamar Om.” Aku bangkit dari duduk dan m*****kah melewatinya untuk menunjukkan kamar mandi dalam kamarku. Bibirnya yang merekah indah seakan mengundang aku untuk mencicipinya. Mita capek sekali Om.” Dia kelihatannya memang sudah setengah mabuk, jalan pikirannya mulai tidak terkontrol, mengatakan saja apa yang terasa. Tidak ada yang marah.”“Mita harus ngantar belanjaan ini dulu pulang.”“Ya antarkan. Tapi aku tak akan memaksa kamu melakukan sesuatu kalau kamu tidak mau.”Dia diam sebentar.“Sampai kapan?”“Sampai anakmu lahir.




















