Meski aku tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Iky akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumah tangga?”Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Mobil Mas Iky memasuki garasi. Bokep rusia Tidurlah, besok kamu harus bangun khan..”Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. aku hamil! nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.Tiba-tiba Mas Iky menyentuh pundakku. Tidurlah, besok kamu harus bangun khan..”Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Biar aku saja, ngga apa-apa kok..”“Nggak.. Ruang tengah ini menjadi begitu berantakan terlebih sofa tempat kami bermain cinta denga penuh gejolak.Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku dengan nafsu Mas Iky. Hingga kembali Mas Iky menegurku.“Sienny, kenapa belum masuk ke kamarmu. Badannya cukup berisi karena sudah biasa bekerja di sawah membantu bapaknya di kampung.




















