Menunggu Farel mungkin. Dan pancinganku gak sia-sia. Bokep Mau makan cukup kedapur yang posisinya dekat dengan kamarku. Dia nanya ke aku, katanya kok teteh pake pakaiannya sexy. Sembari menjemur, farel masih tidak sadar kalau ada aku disampingnya. “Kenapa?” Tanyaku. Tidak sperti wanita yang bisa melihat samping kanan kiri walau dia sedang menatap lurus kedepan.Kucolek pinggangnya. Aku harus mendapatkannya.Hari terus berlalu, laki-laki itu belum kembali kerumahku. Emm, mungkin dia bukan anak broken home juga. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Nafasku memburu. “Itu yang rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.Farel terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Umpan nya dimakan ikan. Ughhhh aku mendesah pelan. Aku cuma mesem-mesem digoda sperti itu. Sekarang yuk, di meja dapur.” Katanya sambil menarikku keluar kamar mandi menuju dapur kembali. “Yang mana teh?” Tanya nya balik. Lalu dengan ritme perlahan, dia menarik dan memasukkan kembali kontolnya kedalam memekku.Dengan tubuh menyender ke tembok dan kaki mengangkang




















