Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Pinay porn Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku. “Belum ada yang mau nih” “Ahh.. Pak Arief.. Ini Santi nggak enak badan.. Enak Pak.. Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Seorang wanita cantik yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda. “Oh Santi.. Kasihan, pikirku.Mungkin dia akan syok berat bila tahu aku baru saja menyetubuhi istrinya yang cantik itu. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Malam” kataku “Pak Arief dimana?” “Sedang ke restroom.. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor.“Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief.. “Ah.. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa-basi dengan para tamu undangan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum.




















