Sekali lagi Pak Hamid mengajukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang kejadian itu. Bokep barat aahhhh…. Auh….e.e.e.e.e.e.e…..haaah…haa ah…haah. Hari berlalu, ketika suatu malam saat aku akan mengunci kamar praktek, dihadapanku telah berdiri Pak Hamid. Ketika pamit dari ruang praktekku, Pak Hamid menawarkan suasana santai sambil menyelam di kepulauan karang. Ia terpaksa memperistri aku hanya untuk menutupi gaynya. Bukankah bagian dari kehormatanku telah dijamah Pak Hamid ? Ia terlahir dengan kelainan jiwa. “Dok, saya tidak mempunyai keluhan. Tangan-tangan berbulu itu dengan pelan membuka kembali pahaku. Bukankah tubuhku yang paling sensitif telah dinikmati Pak Hamid ? Aku memejamkan mata sambil merebahkan kepalaku di pundaknya, sehingga rasa mabuk laut mulai reda. Selama aku dinas di kepulauan, pemuda itu beberapa kali dibawa pulang menginap di rumah. Sambil memerika, kami berdua terlihat pembicaraan ringan, mulai dari sekolah sampai hobi. Ia menyerahkan botol air mineral kepadaku.“Maafkan aku dik Nastiti, aku khilaf, aku telah lama tidak merasakan seperti ini sehingga aku khilaf. Ia terpaksa memperistri aku hanya untuk menutupi gaynya. Sesekali nafasku tersengal aaa………..hhhhhh……………huuu…………..a ahhhhh….aahhhh……… aaaahhhhhhhh……. Nafasku tersengal menahan setiap gerak kenikmatan. Kedua tanganku menutup dada dan selangkangan. Yuk kita minum dan makan siang, terus pulang”. Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku mengenai suamiku




















