Tapi jangan dibilangin siapapun.”
Aku diam agak lama.“Takutnya nanti bilah saya tidak mau kendor Tante”. Pinayflix “Kamu mau nanggelin Dit?” dalam gelap kudengar dia menahan tawa. “Nanti Tante kendorin”. “Bukan. Aku hampir-hampir tak percaya dia mengatakan itu. Aku berbaring miring membelakangi dia. Senjataku langsung tegang kalau melihat dia berjalan berlenggak-lenggok dengan panggul yang berayun ke kiri dan ke kanan. Bola menggelinding mendekati kotak penalti. “Kamu pernah bersetubuh?”
Nafasku sesak dan mereguk ludah. Dia hanya menggerakkan panggulnya sekadarnya menyambut kocokan batangku. Angin juga semakin kencang dan hujan makin deras sehingga rumah itu seperti bergoyang. Dia sodorkan juga gundar gigi baru dan odol. Yang tertua adalah aku. Bodinya juga bagus, dengan panggul berisi, paha kokoh, meqi tebal dan pinggang ramping. Dia takut sekali karena sewaktu masih hidup tetangga itu mengatakan kepada banyak orang bahwa sampai di kuburpun dia tidak akan pernah berbaikan dengan Tante Ratih.Lanjutannya ketika aku pulang dari latihan sepakbola, ibu memanggilku. “Punyamu panjang sekali.”
“Memek Tante tebal dan enak sekali”, kataku balas memuji dia. Kukira dia sudah tidur, yang jelas aku tak bisa tidur. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi.




















