“Mau kemana sayang?”, ucapan klise keluar dari mulutku. Aku pernah main tenis dengan Pak Johan. Pinayflix Kumisnya yang tebal serta cukuran cambangnya yang kasar seperti amplas sangat menggatalkan syahwat birahiku. Dia bilang kalau ke Surabaya aku nggak perlu bawa macam-macam, pakai saja miliknya. “Jalan saja, dia itu A Keng pemilik showroom di Sudirman. Gelinjang ini begitu nikmat dan menggetarkan saraf-saraf peka di sekujur tubuhku.Tiba-tiba dia bangkit. Di tempat itu aku bisa ketemu Susi yang juga waria. Pak Hari yang cukong pabrik gelas mengajakku ke hotel. Pandangan lelaki hidung belang kepada waria cantik dan seksi macam aku ini.Sebagai Kepala Perusda, setidaknya sebulan sekali aku melakukan koordinasi dengan Pak Johan. Lampunya yang menyilaukan dia redupkan dan kaca pintunya dengan pelan turun otomatis dan memunculkan seorang pemuda.“Hai..”, dia menegurku. Aku merasa tampil prima dan percaya diri saat turun dari becak dan melangkah menuju keramaian malam di jalan IB ini.Aku




















