Diperlakukan seperti budak dan direndahkan seperti anjing. Bokep china Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil. Aku tahu bahwa anjing pun masih mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Aku sangat capek saat itu. Rasanya sakit sekali. Setelah Nyonya Hana pergi, aku pun mulai berjalan ke arah jalan raya. Aku pingsan di tiang siksaan.Ketika aku sadar, aku sudah berada di dalam villa. Tapi bagaimanapun juga aku berusaha untuk bangun. Kamu tahu? Tapi aku tidak dapat menolak. Perkenalan awal lewat internet kemudian berlanjut ke pertemuan kami. Malam itu aku disiksa dengan cara-cara yang teramat sadis dan keji. Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Dia benar-benar cowok idaman. Sebentar kemudian sebuah mobil pick up yang bagian belakangnya penuh dengan penumpang terlihat dari jauh.










