Ehm.. Pinayflix Aku teringat saat Siska mengenalkan Angga padaku, dia memperingatkan Angga agar jangan macam-macam padaku. Sex jauh lebih memabukkan daripada extacy! Dia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku meski aku menangis meraung-raung di telepon. Aku terus memeluknya saat dia membasuh tubuhku dengan air hangat dan membersihkan kemaluanku. Tiba-tiba perasanku jadi campur aduk saat kudengar suara mobil Angga memasuki rumah. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku. Aku menatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Aku benci semua orang! Keterlibatanku dengan narkoba telah membawaku ke dalam kehidupan yang kelam. Aku terhanyut lagi dalam permainan lidahnya.Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Akibat kejadian malam itu, hampir tiap hari aku making love dengannya. Sampai akhirnya aku terjerumus dalam ambang kehancuran. Devi yang lugu dan pemalu. Dia berhenti sesaat sambil melihat aku yang sudah terangsang berat.“Angga.. Aku berprestasi dalam pelajaran tapi kurang menguasai bidang olah raga. Gara-gara Bandar gede dari Jakarta datang, semua jadi kebanyakan ineks. Udah terangsang dari tadi ya?” tanyanya sambil senyum-senyum mesum.Mukaku memerah ketika aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Ciumannya bergerak ke tengah dan berhenti di klitorisku. Namun sudah terlambat! Pikiran jelek mulai menggangguku. Aku sendiri pun menyesal menyadari kondisiku sekarang. Aku mengerang tertahan dan mengerutkan dahi. Rasa nikmat dan geli




















