Aku memang wanita yang malas berbasa-basi, kalau ada maunya, langsung bicara saja. Bokep indo WTF, berarti dapet perjaka lagi nih, fikirku. Aku ikut tersenyum. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yang remang-remang. Tanpa lama-lama lagi, aku memeluknya erat dan sedikit menggigit pundaknya agar tidak teriak. Disana kulihat sebaris nomber hp. Akhirnya setiap hari, kami sms an. Sekarang yuk, di meja dapur.” Katanya sambil menarikku keluar kamar mandi menuju dapur kembali. Ya tempat olah raga yang disana terdapat panggung kecil. Dan pancinganku gak sia-sia. “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku. Mungkin dia khawatir aku beneran teriak. Budi tersenyum dan mencium keningku. Nafasku memburu. Dengan keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yang benar. Tapi lama kelamaan aku makin terbiasa dengan kehadiran mereka. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.“Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Cowok ini langsung bikin aku tertarik. Deket kok rumahnya teh. Aku cuma mesem-mesem digoda sperti itu. Aku bilang aja, kalo emang kelakuan teteh tuh ga ada malunya, aurat diliat-liat.




















