Kenapa? Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Tomo”Pelan-pelan, tangan Tomo menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Bokep jepang Tomo pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Bosan dengan posisinya, Tomo membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.“Erriik..!! Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tomo sangatlah baik padaku. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Tomo kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.“Hhh..!!”“Tidak apa-apa..kalau Tomo..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Tomo mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Itu namaku. Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!”
Deg. Tomo sangatlah baik padaku. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku takut dibenci. Marah yaa? Maria. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya.




















