Ratih tidak bisa diam melihatku mengeluarkan isi paket dari kardus. Pinayflix Segera kulepas kekangan yang kutahan semenjak mendengar cerita Windy dari tadi. Tangannya memegang tanganku yang di dadanya.Hanya memegang. Baru 2 semester berjalan sekolah menengahnya, Ratih sudah termasuk dewasa menurutku. Geli dan nikmat langsung mengalir dalam aliran darahku saat Windy mulai memasukannya ke dalam mulutnya.Kepalanya mulai maju mundur, dan tangannya mulai melepaskan kaitan ikat pinggangku. Pria itu mulai menggoyang pantatnya lagi maju mundur di tengah pangkal paha yang terbuka lebar di atas meja.Sekarang kuganti cemilanku dengan minuman ringan dari kulkasnya. Perlahan remasanku naik, hingga ke paha bagian dalam di pangkalnya. “Hmmm,” suara Windy terdengar, saat meraihnya. Sambil mengeluarkan macam-macam kripik dari dalam kardus-kardus besar yang baru datang.“Kubantuin makan, maksudku,” sambung Ratih cekikikan. Dengan cepat pria itu menggoyang pantatnya maju mundur sementara si rambut panjang mencengkeram tangannya ke atas, memegang sandaran kursi di belakang kepalanya sambil berteriak seperti kesakitan. Tak kuasa aku menahan getaran dan kejangnya otot di seluruh tubuhku saat puncak nikmat yang kucoba raih itu datang. Ratih diam, menatapku.




















