Itu dulu oleholeh dari teman saya waktu dia ke Eropa. Bokep indo Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Irfan memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku.Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Dia menjawab, Thats OK. Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasabiasa saja. Lumayan, Pak. Kamu harus pulang kan?.Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Rupanya dia sudah betulbetul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegangmegang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.Setelah semua selesai, Pak Irfan membuatkan aku teh manis panas secangkir. Maaf, ya. Kamu mau kan?.Langsung kujawab, Okok aja, Pak..




















