“Lho.. Pinayflix “Aaaahhhhaaaahhhh…. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Vina yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin. “Eh. Karena Vina sekepala lebih rendah dari Rolland, dengan mudah Rolland melihat ke belahan toked Vina yang menantang. Rolland melirik ke arah Vina yang menggelayut manja di lengannya. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Vina semakin tak tertahannkan. Pak..Pak.. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya “Van, kita pindah tempat yuk. hmmmmppffffff…” jerit Vina penuh kepuasan. Vina tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. ahhh.. Vina masuk ke café **** dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Vina cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Vina memohon dengan suara lemas. Dan Ethanpun langsung terbaring lemas di samping Vina.Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. Tiba-tiba, “AAAAHHHHHH…. Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Vina, cepat-cepat melorotkan CDnya. “Sepong konthol gue Van” perintah Ethan.




















