Aku pun terus membelainya sampai kemudian ia terbangun. Dia membetulkan selimutnya sambil menatapku dalam-dalam, aku tak berani menatapnya, aku hanya bisa tertunduk malu.“Bunga sekarang jam berapa?” katanya kepadaku.“Jam sembilan Mbak,” jawabku takut-takut, sambil terus menunduk.“Ya ampun.. Bokep china habis kamu berat sih,” katanya manja. “Bunga! yuk!” kataku sambil kugandeng tangannya. Sesampainya di stasiun, aku langsung bisa mengenalinya, wanita anggun dengan setelan blazer khas wanita karier.Aku pun menyapanya, “Mbak Lina..!” Dia pun berpaling kepadaku, dan tampaknya dia terperanjat, “Ya ampun.. aahh.. tapi aku kehilangan kegadisanku oleh tanganku sendiri, perlu kamu ketahui kamulah orang pertama yang melakukan itu padaku, meski dulu aku punya pacar tapi tidak ada yang seberani kamu dan senekat kamu sehingga mereka tidak pernah berani macam-macam sama Mbak.. mau mandi, kan udah sore.”“Kamu ini gimana, mandi di sini kan bisa, habis mandi nanti kita keluar.. begini. apa salahku..” kataku sembari berusaha menghapus air mataku yang bertambah




















