“Kamu naik becak atau ojek saja, sudah malam.”“Terimakasih Om.”“Nanti kalau ibumu nanya katakan ada teman sekolahmu perempuan yang mengajakmu ke tempat kakaknya di Bogor.”“Iya Om.”***Entah kenapa sejak itu aku rindu untuk bertemu lagi dengan dia. Lalu potongan rendang, potongan kari dada ayam dan goreng ikan yang kubeli kemarin di Jalan Sabang masuk ke microwave dan Ermita membantu meletakkannya di piring dan membawanya ke meja makan. Bokep rusia Sempurna.” Hirupan nafasku memang sudah panjang-pendek karena darah yang bergelora dan mengalir kencang. Saya biasa memakai credit card. “Dia belum manusia!”, protesnya, “dia masih sperma orang kaya yang mau iseng!!”“Tiga bulan dia sudah manusia, Ermita. Perlahan kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kalau dia hamil dia tuntut kau bertanggungjawab. Beberapa persediaan sudah tipis.“Ini Ermita, coca cola!” Dia tersenyum gembira, “Makasih Om.” Segera saja dia tarik kaitan tutup kaleng aluminum itu dan mereguk isinya. Untuk satu kali saja?”“Mengapa tidak? Tampaknya dia ingin sekali dapat menyelesaikan SMU-nya dengan ijazah. Anaknya memang aneh Om. Ermita keguguran. Kucipok bibir indah itu mula-mula lembut tapi berikutnya dengan melumat dan memilin bibir yang seperti jeruk dua ulas itu dengan bibirku. Delapan puluh lembar seratus ribu dan lima puluh ribuan.“Oke Ermita, kuantar kamu pulang.”“Kenapa?”“Aku tidak punya uang tunai sepuluh juta sekarang.




















