Kan kata itu yang aku maksud, aku lagi nyabunin badan di kamar mandi.”“Iiiihhhh…. Pinayflix Assalamualaikum.” ujarnya berpamitan.“Waalaikum salam, hati-hati di jalan, Bram.”“Ya ampun tuh anak manis banget sih sikapnya.” gumamku dalam hati.Aku menatap lekat punggungnya saat ia berjalan menjauhiku. Bertahun-tahun aku selalu bersamanya, kenapa baru sekarang aku tersadar kalau selama ini ada bidadari cantik yang selalu ada di sampingku.”“Hoamm…!! Untung aku berguru sama guru Chintung, master of seribu alasan.“Terus kenapa itu mu kok bisa gede gitu?” tanyanya lagi.Kudekati dan kutatap wajahnya dengan mata yang sedikit kusipitkan dan bertanya “Oh… ituku gede ya?”PLETAK!!“Aduhh.. “God help me….”Hampir setengah jam lebih aku di dalam kamar mandi. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku. Berharap rasa kantuk datang dan menelanku ke alam ketidaksadaran.Semenit……. Kan kata itu yang aku maksud, aku lagi nyabunin badan di kamar




















