“Gue maunya semprot dalam sini, hahahaha”, kata pria tadi.Beberapa menit mereka mengocokkan jarinya di dalam vaginaku, hingga pria yang pertama ku sepong meminta jaah terlebih dahulu untuk menyodok vaginaku. Indian Porn “Wajahmu terlihat pucat”, kata Alex sambil memandangiku dari arah spion tengah.”Aku demam”, jawabku ketus. Aku membiarkannya memandikanku, meraba-raba tubuhku, meremas buah dadaku, membelai vaginaku, dan menciumi bibirku, namun ia tidak mau mengagahiku. Aku menjadi takut dengan ancamannya, sepertinya dia tidak main-main, apalagi kemarin-kemarin dia sudah berani menculik Chelsea.***Ku bangkit dan berpakaian yang rapi, mencoba melangkah walau pun sedikit lemah. Badanku gemetaran melihat tatapan mesum para om-om cabul itu. “Kok rame?”, tanyaku ketakutan. Mual-mual terasa hingga aku pun muntah, “HOEKK….”, semua yang ada di dalam perutku termuntah keluar hingga mengotori sekitar mulutku. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. Sedang pria yang membukakan pintu kemudian langsung menarik tanganku untuk menuju ke ranjang. Dua kali kuacuhkan akhirnya sms pun masuk, ‘GUE TIDAK PEDULI’. Berjam-jam mereka bergiliran menusukkan penis mereka di vagina dan anusku.




















