“Ya Ayah, baik. Kalau begini jadinya, menjadi pengojek antar jemput sepanjang tahunpun saya sanggup. Bokep rusia Mestinya saya yang bikin tadi” kataku basa-basi. Inilah pengalaman yang mungkin tidak bisa terlupakan.“Ah.. Saya sudah tidak kikuk, atas keterbukaan bu Heidy ini, saya sengaja duduk di sofa panjang bersebelahan dengan perempuan berkacamata ini. Kini setelah melalui test yang rumit mulai kantor pusat sampai akhirnya di tempatkan di sebuah kota yang tidak jauh dari kantor bu Heidy. Saya ingin perjalanan ini tidak segera sampai rumah, tapi apa dikata dalam waktu singkat sampai rumah. Sesi berikutnya mengulang seperti semalam, memasukkan dengan lembut tititku pada tempiknya, yang selalu diakhiri dengan kenikmatan hebat.Sisa satu minggu bu Heidy di rumah, masih sempat kami lakukan walau hanya dua kali, karena ada pihak ketiga, pembantu sudah datang. Aku menurut saja, toh saya sudah beberapa kali merasakannya lagi pula saya harus mematuhinya.Setelah selesai diklat dua minggu bu Heidy pulang, berat rasanya ditinggalkan perempuan yang pernah memberi pelajaran berharga sekaligus mengasyikkan itu. Rabaan demi rabaan sempat menggetarkan dadaku, walaupun tidak sampai bergoncang. Bu Heidy menawari minum teh dan makan roti. Langkah yang aku lakukan adalah selalu membantu pekerjaan rumah tangga, apalagi bila pembantu sedang pulang kampung.Sayapun bersikap baik, terhadap Remy (11) anak kandung




















