Ramah coba-coba ingin merubah nasib menjual diri di café-café. Bokep china Sentuhan itu membuat hati Ramah berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Saat yang di nanti-nantikan Roni mulai berani bercanda mengajak Ramah jalan-jalan ke salahsatu tepat perbelanjaan. Kuikuti dari belakang sampai mobil itu belok kesalah satu tempat penginapan yang berkelas di Simalingkar. Hujan grimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung café sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan café, saat itu jam 1.30 Wibb. Dia menatapku dengan penuh kasih sayang aku mengkedipkan mata agar Roni berani menyewakan gubuk buat kami. Mendengar jeritanku Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Roni memberanikan diri memegang jari tangan Ramah yang lembut dan halus. Dengan secepat kilat Roni melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya. Ramah langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café.




















