Cepat-cepat kualihkan pandanganku. Bokep jepang “rumahmu di mana?”
“Terus saja sampai ke simpang Semangka.”
“Baiklah.” Itu saja. Beberapa jam yang lalu aku masih melihat tawa di wajahnya, senyumnya. Di depan mataku, saat ia membuka pahanya, kulihat sesuatu yang membuatku terpana sesaat. “Tak apa-apa. “Ahhh..,” erangku. Aku tersenyum dan mengangguk. “Tunggu,” kataku, “aku tidak…”
“Sebaiknya cepat-cepat sebelum aku berubah pikiran.” Ia melepaskan genggamannya di tanganku. Aku bertaruh kamu pasti bingung apa yang harus kaulakukan pada seorang wanita yang mendadak berada di rumahmu pada jam satu pagi.”
“Terserah apa katamu,” gumamku, lalu menghempaskan tubuhku di atas sofa. Saat itu jemarinya sudah masuk ke dalam celana dalamku, mengelus, lalu menggenggam batang kemaluanku. “Ada yang salah?” tanyaku. Atau aku pakai baju lagi.” Mengerang, kutarik tubuhku. Bibirnya mengeluarkan suara erangan. Kulit yang putih dan halus itu membuat darahku berdesir. Di tangannya sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah.Saat pertama aku melihatnya, aku merasa tertarik. Jemarinya lalu mengelus batang kemaluanku. “Thanks,” katanya sambil tersenyum. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. “Nice,” ia berbisik di pipiku.




















