emang salah gue apa?”“Maksudnya keki soalnya Lina dapet cowo kayak elo.”“Emang gue kenapa?”“Ya?loe kan sabar banget tuh mau nungguin Lina, terus gabung sama kita-kita, maen bareng?”“Gitu ya…?”“Iya pak Andi. Bokep Janjian ntar gue jemput jam enam, mau nonton.”Andi baru sadar kalau ini adalah malam Minggu dan ia belum punya rencana. Kalau kemudian ia menjadi dekat dengan Lira karena sesuatu hal, itu tak ubahnya alat untuk masuk ke dalam perasaan Lira.Remasannya ke dada Lira semakin kuat. Lira bukan teman dekatnya. Lira tahu, apa yang mereka lakukan adalah perbuatan bersama dan kini gilirannya membelai, mencium, menjilat, dan meremas milik Andi. Sekali lagi Andi tersenyum membalas Lira.“Enak?”“Banget!” Jawab Lira singkat dan tegas.“Gaya lain…?”Lira langsung mengangguk dan menunggu aba-aba Andi gaya apa yang diinginkan Andi.Andi membalik badan Lira dan mengangkat badan bagian bawah Lira dengan memeluk pinggang dari belakang. Lututnya ditekuk dan kedua pahanya ia buka lebar-lebar. Dalam keadaan terbuka, Lira menciumi perlahan-lahan permukaan telapak tangan kanannya. kan gue cuman minta diperjelas,”“Nih ya, ada satu temen gue yang bilang berharap banget loe putus sama Lina. Semuanya sangat sulit untuk dikatakan. Sampai tawa Lira berderai lagi.“Kok sama lagi sih. Bersatunya kedua tubuh mereka adalah sebuah ikatan emosi yang hanya bisa dirasakan oleh Andi dan Lira,
















